Game Online Jadi Pengisi Pandemi? Baikkah?

Game Online

Pandemi yang lama melanda ini memiliki banyak dampak bagi segenap lapisan masyarakat. Dampak terbesar yang dirasakan salah satunya adalah pergantian sistem yang tadinya bersifat offline menjadi online, yang menyebabkan orang lebih sering berkutat di depan layar daripada bergerak dan berjalan keluar.
Hampir semua hal berpindah menjadi online. Mulai dari kegiatan belajar mengajar, bisnis, belanja, dan bahkan rapat pun kini diselenggarakan secara online.

Sayangnya, perubahan tersebut juga menjadikan banyaknya bermunculan pecandu game online. Karena seringnya memegang HP dan menatap layar, mereka lebih memilih melampiaskan kelelahannya melalui berbagai game online.

Padahal, menurut dosen Ilmu Komunikasi Telkom University, Agus Aprianti, Kecanduan game online berimpliksi pada kesehatan fisik maupun kesehatan psikologis seseorang.
Gangguan itu antara lain berdampak pada penglihatan, pendengaran, dan gangguan motorik. “Dampak dari lamanya duduk pada saat bermain game mengakibatkan adanya penurunan kemampuan motorik anak, sehingga pertumbuhannya menjadi tidak maksimal dan beresiko terkena obesitas,” katanya.

Kecanduan game online ternyata memengaruhi otak, bahkan menyebabkan perubahan di berbagai bagian otak. Melansir dari Medical News Today, dari 116 studi ilmiah tentang bagaimana video game memengaruhi otak dan perilaku seseorang yang dilakukan oleh para ilmuwan. Temuan ini dipublikasikan dalam Frontiers in Human Neuroscience, yang mengungkapkan bermain video game tidak hanya mengubah kinerja otak, tetapi juga strukturnya.

Studi tersebut menunjukkan bahwa pemain video game mengalami peningkatan beberapa jenis perhatian, seperti perhatian berkelanjutan dan perhatian selektif. Temuan ini ternyata terbukti, wilayah otak pemain game yang berhubungan dengan perhatian mengalami peningkatan jika dibandingkan dengan mereka yang tidak bermain game.

Game Online
Game Online

Bermain video game meningkatkan ukuran dan kapabilitas bagian otak yang bertanggung jawab atas keterampilan visuospatial, yakni kemampuan seseorang untuk mengidentifikasi hubungan visual dan spasial sebuah objek. Studi juga menunjukan bahwa seseorang yang bermain game dalam jangka panjang mengalami pembesaran hippocampus sebelah kanan.

Jadi, bagaimana menurutmu?
Masih mau menghabiskan waktu untuk game online?

By: Rizka Lukmana

Berikan Masukkan

Masukkan dari mahasiswa kreatif sangat ditunggu

Share this post with your friends

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
×

let's talk!